Saya menolak untuk dapat mengerti orang lain. Bahkan untuk sekedar percaya ada orang yang benar-benar mengerti orang lain.
Bahkan bila dia adalah teman terbaiknya, teman lamanya, teman barunya, atau ibu tiri yang tinggal jauh di luar negeri bersama suami yang adalah ayahnya, saya benar-benar percaya dia tidak bisa mengerti kamu sepenuhnya, bahkan sebagian kecilnya.
Manusia itu kompleks. Apa yang manusia lakukan, katakan, bahkan pikirkan tidak memiliki ketetapan khusus. Bila ada yang berkta “gw tau banget dia, dia tuh kalo diginiin bakal kayak gitu”, saya akan berpikir itu adalah omong kosong besar.
Bila di kampus-kampus sering disebarkan kuesioner yang dimaksudkan untuk mengetahui psikologis dari setiap mahasiswa yang mengisinya, sayapun peraya itu omong kosong. Siapa yang menjamin kertas itu diisi dengan jujur, bahkan diisi dengan malas dan asal selesai.
oh